Independen News

Hasbil Lubis Sebut Isu Ijazah Jokowi Sudah Selesai, Herwin Sudikta Ingatkan Arah Politik 2029 yang Mulai Terbaca​

​VARIAINDEPENDEN.COM, Jakarta - ​Hasbil Lubis, kader Partai Demokrat, menegaskan bahwa ia tidak pernah memiliki minat untuk ikut dalam perdebatan terkait dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo yang kembali mencuat belakangan ini.

​Menurut Hasbil, legalitas dokumen pendidikan Jokowi telah dinyatakan tuntas sejak proses pemeriksaan berkas pencalonan di Komisi Pemilihan Umum, baik saat maju sebagai kepala daerah maupun sebagai presiden.

​Pernyataannya disampaikan melalui akun X miliknya @Hasbil_Lbs pada 28 November 2025, di mana ia menuliskan bahwa polemik itu tidak pernah menjadi perhatiannya.

​Ia menambahkan bahwa proses verifikasi KPU merupakan prosedur baku yang sudah dilewati Jokowi ketika mencalonkan diri, sehingga perdebatan lanjutan dianggapnya tidak relevan.

​Hasbil turut menepis anggapan yang mencoba mengaitkan Partai Demokrat dengan figur Roy Suryo, yang kerap muncul dalam isu tersebut.

​Ia menjelaskan bahwa saat dirinya masuk dalam kabinet di bawah kepemimpinan Ketua Umum AHY, Roy Suryo sudah tidak lagi berada dalam struktur DPP Partai Demokrat.

​Hasbil mengungkapkan bahwa secara pribadi dirinya bahkan tidak mengenal Roy Suryo karena saat ia bergabung, posisi Roy sudah tidak berada di kepengurusan partai.

​Terkait status tersangka yang diberikan kepolisian kepada Roy Suryo dan sejumlah pihak lain, Hasbil memilih menyerahkan persoalan tersebut sepenuhnya kepada proses hukum.

​Ia menyampaikan bahwa jalannya persidangan nantinya akan memperjelas duduk perkara sehingga fakta hukum dapat tampil secara utuh.

​Hasbil menilai tidak tepat apabila ada pihak yang mencoba menarik Partai Demokrat ke dalam pusaran isu yang terus bergulir ini.

​Menurutnya, narasi yang mencoba mencampuradukkan Demokrat dengan polemik tersebut hanyalah pendapat pribadi pihak tertentu.

​Di sisi lain, pegiat media sosial Herwin Sudikta menilai bahwa isu ijazah telah bergeser jauh dari pokok bahasan pendidikan dan kini lebih menyerupai alat politik menjelang persiapan Pilpres 2029.

​“Politik Ijazah, siapa sebenarnya yang untung?,” ujar Herwin kepada salah satu media pada Jumat, 28 November 2025.

​Herwin juga menyoroti kecenderungan sebagian publik yang terlalu cepat menuding PDIP sebagai pihak di balik munculnya kembali isu tersebut.

​Menurutnya, PDIP justru menjadi pihak yang paling dirugikan apabila polemik itu terus meluas mengingat dua periode sebelumnya partai tersebut mengusung Jokowi sebagai presiden.

​Sementara itu, Partai Demokrat terlihat lebih tenang mengikuti dinamika, terutama ketika kondisi politik Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden bisa terdampak jika citra Jokowi terus melemah.

​Herwin menilai situasi itu secara tidak langsung membuka ruang lebih besar bagi Agus Harimurti Yudhoyono untuk melangkah menuju pertarungan Pilpres 2029.

​“Isu ijazah palsu ini bukan tentang pendidikan semata, tapi tentang suksesi. Yang sedang dipertaruhkan bukan ijazah, tapi siapa yang duduk di kursi 2029,” pungkas Herwin.(*)


Type and hit Enter to search

Close