Independen News

Ucapan Ketua Paguyuban PKL Puja Tera: Wartawan Disamakan Preman, Menimbulkan Protes Besar

CIREBON, VARIAINDEPENDEN.COM – Dunia jurnalisme di Cirebon tercoreng setelah pernyataan kontroversial yang diduga dilontarkan Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Puja Tera, Omo. Cuplikan video berdurasi 1 menit 24 detik yang beredar di grup WhatsApp masyarakat Cirebon merekam pernyataannya selama Musyawarah PKL pada 11 September 2025 di Balai Desa Weru Lor, Kabupaten Cirebon.
 
Tepat pada detik ke-30 video, Omo menyampaikan kalimat yang dinilai menyinggung saat menjelaskan fungsi iuran retribusi kepada para PKL. “Hal sekecil apa pun itu akan membuka celah para premanisme wartawan untuk mempertanyakan iuran tersebut untuk apa. Nah, nantinya dari iuran itu bisa untuk meng-handle para premanisme wartawan,” ujarnya.
 
Penyamakan profesi wartawan dengan preman segera memicu reaksi keras dari berbagai kalangan media. Profesi jurnalis yang selama ini menjalankan tugas kontrol sosial, mengawasi kebijakan publik, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat dinilai sangat direndahkan oleh pernyataan tersebut.
 
“Hanya karena bertugas mempertanyakan, wartawan disamakan dengan preman? Ini sangat tidak pantas. Wartawan bekerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” tegas H.A. Yusup, Pimpinan Umum media online Swaradesaku.com. Dia juga mendesak Omo untuk meminta maaf secara terbuka dan memberikan klarifikasi.
 
Sejumlah organisasi kewartawanan juga mengecam sikap arogan yang dianggap tidak mencerminkan etika seorang pemimpin komunitas. Para wartawan berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar setiap tokoh masyarakat lebih berhati-hati dalam berbicara, dan memahami bahwa pers adalah mitra publik yang menjaga transparansi, bukan pihak yang bisa diremehkan.
 
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Omo terkait viralnya ucapannya.
 
(Red)

Type and hit Enter to search

Close