Keluhan utama berfokus pada penutupan akses jalan yang diberlakukan sejak pukul 18.00 hingga 06.00 WIB. Jam-jam tersebut merupakan periode krusial bagi pedagang kaki lima, pekerja harian, dan pemilik penginapan kecil untuk meraup pendapatan maksimal. Namun, dengan ditutupnya akses bagi wisatawan, aktivitas ekonomi warga lokal seolah mati suri.
Masyarakat menilai pemerintah terlalu menitikberatkan pada aspek pengamanan lalu lintas tanpa mempertimbangkan dampak sosial-ekonomi yang harus ditanggung warga yang berada di lapisan bawah.
Kondisi ini memicu desakan agar pemangku kebijakan lebih mengedepankan dialog terbuka sebelum menetapkan pembatasan jalur. Warga berharap ada solusi tengah yang lebih manusiawi, sehingga ketertiban umum tetap terjaga tanpa harus mengorbankan mata pencaharian masyarakat Puncak. Bagi mereka, tahun baru seharusnya menjadi peluang untuk bertahan hidup, bukan catatan tahunan tentang ketimpangan kebijakan yang kian mencekik.
Red
Social Footer