BANJARNEGARA,VARIAINDEPENDEN, COM Genderang aksi mulai ditabuh. Ketua Umum sekaligus Pendiri LSM HARIMAU, Tonny Syarifudin Hidayat, secara resmi mengeluarkan instruksi komando kepada seluruh jajaran pengurus pusat hingga ranting di seluruh Indonesia untuk merapatkan barisan. Instruksi ini memicu mobilisasi besar-besaran anggota dan aktivis guna menggelar "Aksi Damai" di halaman PT. Superior Prima Sukses Tbk (BLES) pada Kamis, 29 Januari 2026 mendatang.
Langkah tegas ini diambil sebagai respon kritis terhadap adanya dugaan pelanggaran serius yang dilakukan oleh pihak perusahaan. LSM HARIMAU menyoroti sejumlah poin krusial, mulai dari karut-marut masalah perizinan, dugaan alih fungsi lahan yang tidak sesuai aturan, hingga lemahnya jaminan keselamatan kerja bagi para buruh. Aksi ini menjadi manifestasi nyata dari fungsi kontrol sosial lembaga dalam menjaga stabilitas dan kondusifitas, khususnya di wilayah Kabupaten Banjarnegara.
Dalam narasinya yang lugas, Tonny Syarifudin menegaskan bahwa momentum ini adalah pembuktian eksistensi LSM HARIMAU sebagai garda terdepan pembela hak masyarakat. Dengan estimasi massa ribuan orang, seluruh aktivis diminta untuk "all out" dan bersatu padu di bawah semboyan Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Tuntas. Ketegasan ini mengirimkan pesan kuat kepada pihak swasta maupun pemerintah bahwa penyimpangan terhadap regulasi tidak akan dibiarkan melenggang tanpa pengawasan.
Meski mengusung narasi yang keras dan kritis, komando tertinggi tetap menekankan kedisiplinan organisasi. Seluruh peserta aksi diwajibkan membawa identitas lembaga serta Sang Saka Merah Putih, namun dilarang keras membawa senjata tajam maupun minuman keras. Aksi ini diproyeksikan menjadi panggung bagi para aktivis terbaik LSM HARIMAU untuk menunjukkan bahwa kekuatan masyarakat sipil masih solid dalam mengawal keadilan dan supremasi hukum di Indonesia.
Gun
Social Footer