Independen News

Pakar Universitas Pertamina: Independensi Pers adalah Benteng Terakhir Hak Publik atas Informasi​

JAKARTA, variaindependen.com – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum refleksi mendalam menyusul meningkatnya tantangan terhadap kebebasan pers di Indonesia. Laporan Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJII) tahun 2025 mencatat adanya 89 kasus kekerasan terhadap jurnalis, atau naik signifikan sebesar 22 persen dibanding tahun sebelumnya.

​Menyikapi tren ini, Pakar Komunikasi Massa Universitas Pertamina (UPER), Dr. Wahyudi Marhaen Pratopo Eko Setyatmojo, S.IP., M.Si., menekankan bahwa profesionalisme dan independensi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga hak masyarakat.

​“Kekerasan terhadap jurnalis memengaruhi kualitas informasi yang diterima publik. Ketika jurnalis bekerja di bawah tekanan, ruang dialog publik akan terdistorsi. Perlindungan terhadap kebebasan pers harus dilakukan secara sistematis, baik dari sisi penegakan hukum maupun penguatan di internal redaksi,” tegas Dr. Wahyudi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/2).

Pentingnya Literasi Hukum dan Etika

Menurut Dr. Wahyudi, perlindungan terhadap jurnalis memang telah diatur dalam UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Namun, implementasinya masih memerlukan penguatan masif melalui strategi literasi hukum dan penguatan profesionalisme institusional.

​Ia menambahkan bahwa di sisi lain, jurnalis juga dituntut memiliki keterampilan tinggi dalam mengolah informasi agar publik terlindungi dari berita bohong (hoax). Dalam hal ini, dunia akademik memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan insan pers yang berintegritas.

​“Di Program Studi Komunikasi UPER, kami membekali mahasiswa dengan nilai-nilai ideal jurnalisme dan kode etik yang kuat agar mampu bekerja profesional dan independen di masa depan,” jelasnya.

Komitmen Kolaborasi Universitas Pertamina

Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., menegaskan posisi media sebagai mitra strategis kampus dalam menyebarkan riset dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

​“Sejak 2016, Universitas Pertamina konsisten menjalin kolaborasi dengan sekitar 120 media di Indonesia. Kami telah menghasilkan lebih dari 13.000 publikasi yang mencakup inovasi dan kontribusi kampus bagi masyarakat,” ujar Prof. Wawan.

​Ia meyakini bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan media massa adalah kunci utama untuk memastikan ekosistem informasi tetap sehat, kredibel, dan berbasis ilmu pengetahuan (knowledge-based).

​"Kami berkomitmen terus mendukung ekosistem informasi yang inklusif dan berkelanjutan demi kemajuan bangsa," pungkasnya

Red


Type and hit Enter to search

Close