Penyerahan penghargaan dilakukan secara simbolis oleh Pembina Apel didampingi Wakil Wali Kota Bekasi kepada Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi.
Komitmen Kesehatan di Tengah Tantangan Anggaran
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dalam arahannya menyatakan bahwa prestasi ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin kesehatan warga Kota Patriot. Meski kondisi anggaran daerah mengalami tantangan, ia memastikan sektor kesehatan tidak akan dikorbankan.
"Penghargaan ini menegaskan komitmen kami untuk mempertahankan capaian UHC. Meskipun terdapat tantangan dan tekanan anggaran, pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap menjadi prioritas," tegas Tri Adhianto.
Optimalisasi Puskesmas dan BPJS Kesehatan
Untuk meningkatkan kualitas layanan, Tri menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan BPJS Kesehatan. Ke depannya, peserta UHC yang dibiayai pemerintah daerah akan diarahkan untuk memaksimalkan layanan di Puskesmas.
"Kami ingin memperkuat fasilitas kesehatan tingkat pertama. Dengan mengarahkan layanan ke Puskesmas, kualitas kontrol dan standar pelayanan akan lebih terjaga dan merata bagi seluruh warga," imbuhnya.
Pendapatan Daerah: SPPT PBB-P2 2026 Resmi Didistribusikan
Tak hanya soal kesehatan, dalam kesempatan yang sama Pemkot Bekasi juga memberikan apresiasi kepada wajib pajak yang patuh. Secara simbolis, Tri Adhianto menyerahkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2026 kepada para Camat dan Lurah.
Penyerahan ini merupakan bentuk reward atas capaian realisasi penerimaan pajak tahun 2025 yang dinilai positif.
"Optimalisasi pendapatan daerah melalui PBB-P2 sangat krusial. Ini adalah bahan bakar utama kita untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kota Bekasi," pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan pemberian selamat kepada para wajib pajak teladan yang hadir di Balai Patriot.
Red
Social Footer